Artikel Terbaru :

Makin Panjang Leher Makin Cantik - Tradisi Suku Kayan


Tenaga Sosial - Apakah makna kecantikan untuk Anda saat ini? Tentunya setiap wanita memiliki keyakinan masing-masing tentang arti kecantikan untuk dirinya. Makna kecantikan juga dipengaruhi lingkungan tempat wanita tinggal. Mungkin Anda akan sedikit terkejut jika wanita suku Kayan di kawasan Burma Timur, lebih memilih memanjangkan lehernya agar terlihat cantik, seperti dilansir dari dailymail.co.uk.

Wanita suku Kayan sejak usianya masih 5 tahun sudah memakai kumparan di lehernya. Jumlah kumparan akan bertambah seiring bertambahnya usia mereka. Kumparan yang terbuat dari kuningaan ini dibuat sendiri oleh wanita suku Kanyan dan tentu saja menghabiskan waktu yang tak sedikit hingga proses memasangnya di leher mereka. Berat 10 set kumparan bisa mencapai 10 kilogram. Anda bisa membayangkan bagaimana rasanya jika leher membawa beban seberat sekian, belum lagi luka yang ditimbulkan akibat gesekan kulit dengan benda logam ini.

Dengan menggunakan kumparan di lehernya, tentu saja membatasi gerak para wanita untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Namun demikian wanita suku Kanyan jarang sekali melepas kumparan kuningan dari lehernya, kecuali ingin menggantinya dengan versi yang lebih panjang. Bahkan mereka lebih suka selalu memakainya daripada merasakan memar dan rasa sakit yang tidak nyaman ketika kumparan tersebut dilepas. Jelas saja, otot-otot leher mereka menjadi lebih lemah karena setiap harinya kumparan tersebut menekan otot sekaligus menyangganya agar leher semakin terlihat panjang.


Belum ada kisah yang jelas mengapa para wanita ini memakai kumparan untuk memanjangkan lehernya. Namun beberapa sumber menyebutkan, lilitan itu untuk melindungi wanita dari gigitan harimau, selain itu ada juga yang menyebutkan dengan memakai lilitan para wanita tidak terlihat menarik sehingga mencegah suku lain membawa mereka sebagai budak.

Namun teori terakhir yang beredar belakangan ini menyebutkan, cara ini untuk menarik wisatawan yang akhirny bisa menghasilkan pemasukan bagi warga suku Kayan. Tradisi memangharus dijaga dan dilestarikan, namun seiring semakin berkembangnya peradaban dunia, sebaiknya mereka mempertimbangkan sisi kesehatan untuk diri mereka sendiri.

Bagikan ke Media Sosial :
Artikel Terkait :

Blog Kabupaten Sidrap hadir sebagai ruang digital yang menghadirkan informasi mendalam dan terpercaya seputar Kabupaten Sidrap. Melalui sajian artikel yang tertata dan berkualitas, blog ini menghadirkan potret lengkap mengenai profil daerah, mulai dari sejarah, geografi, hingga karakter masyarakat yang membentuk identitas Sidrap hari ini. Selain itu, Blog Kabupaten Sidrap juga menampilkan kekayaan seni dan budaya yang menjadi kebanggaan masyarakat Sidrap mulai dari tradisi, kesenian, bahasa, hingga nilai-nilai lokal yang terus hidup dan diwariskan.

Tidak hanya berhenti di situ, blog ini turut menyuguhkan berbagai artikel Bugis lainnya yang relevan, edukatif, dan inspiratif, sehingga menjadi referensi yang tepat bagi siapa pun yang ingin memahami lebih dekat kehidupan dan budaya Bugis, khususnya di Sidrap. Dengan penyajian yang profesional dan bahasa yang elegan, Blog Kabupaten Sidrap berkomitmen menjadi sumber informasi yang tidak hanya informatif, tetapi juga memperkaya wawasan tentang warisan budaya dan keindahan daerah Sidrap.